Jejak Republiken dan Konservatif dalam Aksara dan Pelafalan

Pernah mendengar orang-orang tua menyebut “masalah” dengan “mas’alah”? Rupanya perbedaan pengucapan itu punya jalan cerita yang tidak main-main. Masih adanya orang yang menyebut “mas’alah” nampaknya merupakan sisa dari sesuatu yang hendak dihapus oleh kelompok Republiken di masa silam. Continue reading

Bahasanya Sama, Logatnya Berbeda

Mengapa ada dialek atau logat yang berbeda dari suatu bahasa yang sama?

R. Clyde Food, dalam esainya “Malay Words in English” (1895), pernah menjelaskan bahwa adanya perbedaan dialek pada bahasa Melayu dikarenakan watak dari aksara Arab-Melayu/Jawi itu sendiri. Aksara ini, seperti diketahui, tak menggunakan harakat atau tanda baca. Alhasil, abjad-abjad yang tersebar luas ini, yang terkait dengan sebaran Islam, dapat dibaca sesuai intonasi sendiri-sendiri. Continue reading