Gerakan Wahabi di Indonesia (Hamka)

(dikutip dari buku Dari Perbendaharaan Lama, 1963, karangan Hamka)

Seketika terjadi Pemilihan Umum, orang telah menyebut-nyebut kembali yang baru lalu, untuk alat kampanye, nama “Wahabi”. Ada yang mengatakan bahwa Masyumi itu adalah Wahabi, sebab itu jangan pilih orang Masyumi. Continue reading

“Dongeng Kaum Tasawuf Mendewakan Raja (9) (Hamka)

(dikutip dari buku Dari Perbendaharaan Lama, 1963, karangan Hamka)

Raja-raja itu sendiripun telah berusaha mengisi jiwanya dengan Tasawuf, baik Tasawuf yang campur aduk, ataupun Tasawuf menurut Sunnah Nabi. Gunanya ialah untuk penambah “wibawa” dan kebesaran disertai kemurnian jiwa, sehingga beroleh kekuatan memerintah.

Kitab-kitab Tasawuf yang dalam-dalam disuruh menyalin ke dalam bahasa Melayu. Naskah- naskahnya yang asli disimpan dalam perbendaharaan istana. Guru-guru yang besar didatangkan dari luar negeri, baik dari tanah Arab atau dari India. Di zaman Sultan Iskandar Muda Mahkota ‘Alam Aceh berduyunlah guru-guru Tasawuf itu datang, sehingga di dalam abad ketujuh belas, masa pemerintahan beliau, perbendaharaan perpustakaan Islam menjadi kaya karena usaha demikian. Sampai terjadi pertikaian fikiran yang mendalam di antara golongan Hamzah Fansuri dengan golongan Nuruddin. Continue reading

“Dongeng” Kaum Tasawuf Mendewakan Raja (7) (Hamka)

(dikutip dari buku Dari Perbendaharaan Lama, 1963, karangan Hamka)

Dongeng-dongeng kuno baik pusaka orang Hindu atau pusaka orang Griek (Yunani) sangat besar pengaruhnya ke dalam “Ilmu Tasawuf” setelah datang zaman kemundurannya. Di dalam kitab-kitab “Veda” kuno tertulis kepercayaan orang Hindu tentang asal usul kejadian alam ini. “Indra” adalah Dewa Yang Paling Agung, dialah yang disebut Dewata Mulia Raya atau Sang Hyang Tunggal. Dia juga lambang dari langit. Dia dibantu oleh dua dewa lagi, yaitu “Radera” dan “Ageni”. Di samping itu adalah dewa yang menciptakan maut, yang dinamai “Gama”, kemudian itu disebut pula dari fajar, yaitu Usyasa”. Kepercayaan Hindu yang paling tua ini, jauh sebelum kepercayaan Brahma tentang Wishnu, Krishna dan Shiwa. Continue reading

“Islam Nusantara”? Kau Sajalah

“Islam Nusantara” ini lama-lama akan menjadi sekte nampaknya. Ia menciptakan frase “Islam Arab” sebagai tangga untuk dapat hadir dengan definisi-definisinya sendiri. Pembelahan ini mengingatkan orang pada Snouck Hurgronje dan kelompoknya, yang memberikan teori adanya yang original, terisolir, dan siap ditemukan. Continue reading