Sedikit tentang “3 Nafas Likas”

Film “3 Nafas Likas” ditayangkan di stasiun televisi RCTI, Minggu (16/8). Ini adalah kali kedua saya menonton film tersebut. Film yang mengisahkan Djamin Ginting tersebut dikonstruksi berdasarkan sudut pandang istrinya, Likas.

Ada dua hal yang sedikit menggelitik mengenai film ini.

Pertama, jika berbicara Djamin Ginting, sebetulnya orang tak bisa lepas dari kisah Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang melawan Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta. Kisah mengenai jurus-jurus memutar dari Djamin Ginting ini bisa dicari sendiri di berbagai kepustakaan.

Salah satu pernyataan Ginting yang terkenal di masa itu, yang disiarkan di radio di Medan, adalah “Saya, Overste Djamin Ginting, dengan ini membuka kembali hubungan dengan pusat.” Tapi sayang, semua yang membuat Djamin Ginting terkenal justru tak ada di situ.

Dugaan saya, Likas dan anaknya sendiri, Riahna Djamin Ginting, yang menjadi produser eksekutif, yang punya ide menyembunyikan fase perlawanan PRRI tersebut. Bisa jadi kisah mengenai hal penting tersebut dipicu oleh bayang-bayang akan tidak enaknya Karo, suku Djamin Ginting, dengan orang-orang Toba marga Simbolon atau Melayu. Simbolon yang dimaksud adalah Kolonel Simbolon, panglima Bukit Barisan, atasannya Ginting. Sedangkan Melayu dimaksud adalah Tengku Sulaiman yang menjadi rekan Ginting di kemiliteran.

Seorang kawan menganalogikan ini macam latar belakang penetapan hari ulang tahun kota Medan. Disebutkan bahwa Guru Patimpus datang dari Toba, merantau ke Karo, lalu kalang bertarung dengan orang Islam/Melayu di pesisir, kemudian masuk Islam. Dalam satu napas semua pun seketika mendapat peran: Toba-Karo-Melayu.

Karena film ini menjadi nominator Piala Citra, maka dengan sendirinya FFI (Festival Film Indonesia, sebagai penyelenggara) senang, Karo senang, Toba senang, dan Melayu senang. Dua yang terakhir bisa jadi senang karena tak disebutkan kisah pertempurannya. Yang penting semua senang.

Kedua, setelah masa 1942 – 1945, siapakah yang bertarung di film ini? Siapa yang menyerang Likas, Ginting dan pasukannya, dan penduduk? Tentara manakah Ginting? Mengapakah film ini tak menceritakan kisah pembantaian pada 1946 yang turut melanda Karo, selain Melayu dan Simalungun? Zaman itu memang zaman kacau. Kawan dan lawan menjadi tidak jelas. Hanya saja, saat itu ada tiga pihak yang berperan: Kerajaan Belanda/Sekutu, Negara Republik Indonesia (NRI) Yogyakarta, dan Negara Sumatera Timur (NST).

Hal yang menimbulkan pertanyaan itu salah satunya dipicu dari pakaian yang digunakan. Pakaian pasukan republik Yogya umumnya macam Jepang. Sementara pakaian pasukan Ginting tidak demikian. Karena itu, mungkinkah Djamin Ginting adalah salah satu komandan Barisan Pengawal (BP) Negara Sumatera Timur?

Kemudian, film ini juga menampilkan adanya eksodus penduduk akibat penyerangan. Salah satu jalurnya adalah ke Aceh. Sementara Aceh juga tujuan pengungsian ayah saya sendiri kala diserang oleh republiken/komunis di tahun 1946 – 1947.

Dalam salah satu adegan, Negara Sumatera Timur dengan musik Melayu sebagai latar juga muncul dalam suatu acara di suatu ruangan. Disebutkan bahwa acara tersebut dihadiri oleh pasukan NST yang duduk di depan dan pasukan NRI yang duduk di belakang. Ginting dan Likas sendiri ada di sana, duduk di barisan paling belakang. Tapi, sekali lagi, pasukan manakah dia? BP NST atau pasukan Yogya? Apalagi, secara faktual dan hukum, di masa itu tanah Karo merupakan bahagian daripada teritori Negara Sumatera Timur.

Apa yang nampak biasa selama ini tak menjamin cara pandang itu akurat. Saya ingat dengan lagu “Halo-Halo Bandung”. Orang-orang menyangka lagu itu adalah perspektif orang Sunda/bumiputera atau Republik Indonesia. Tapi, jika dilihat dari kontennya, kuat kecenderungan bahwa itu perspektif bukan bumiputera.

Wallahu a’lam.

One thought on “Sedikit tentang “3 Nafas Likas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s