Antara Garuda, Pancasila, dan Lingua Franca

Garuda itu Hindu: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/226269/Garuda

Pancasila itu Buddha: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/440897/panca-sila

Untuk dapat dilebur, maka dibuatlah ikrar persatuan teologis dengan bahasa dari negeri India:

“Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa (Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda).

Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen? (Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?)

Mangka ng Jinatwa kalawan Sivatattwa tunggal (Sebab kebenaran Jina/Buddha dan Siwa adalah tunggal)

Bhinnêka tunggal ika tanhana dharma mangrwa. (Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran).”

Kemudian terjadi persenyawaan laksana zat dengan bendanya, benda dengan sifatnya: “Garuda Pancasila”. Posisinya diletakkan di atas kepala, dijunjung, di suatu ruang bernama Indian Archipelago + Nesia, yang diakronimkan menjadi “Indonesia” oleh orang2 putih dari negeri Eropa.

Tapi, mengapa lingua franca-nya tak bahasa dari India, Sansekerta? Dan, mengapa pula ada muslim di bawah kesibukan narasi dan dinamika Hindu-Buddha ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s