Negeri Taklukan

Konon, ada empat ciri dari apa yang disebut negara: punya batas wilayah, pemerintahan/hukum, masyarakat, dan pengakuan dari entitas di luar dirinya.

Lalu, ada empat ciri telah takluknya suatu negeri:

– kepemimpinan suatu negeri harus atas izin dan restu penakluk
– membayar pajak kepada penakluk
– diberlakukannya hukum penakluk ke negeri tersebut
– penakluk dapat leluasa membuka lahan-lahan dan mengirim orang-orangnya di negeri taklukan.

Penaklukan fisik biasanya diikuti mental. Medium bacaan, televisi, radio, akan dimobilisir untuk tujuan ini. Kotak-kotak televisi pun akan dibagikan gratis atau dijual murah sekali. Yang penting, negeri taklukkan dapat mengidentifikasi dirinya bukan lagi sebagaimana dirinya, tetapi sebagai bagian dari penakluk. Dia akan merasa terlibat dengan segala dinamika penakluk, dan tak lagi merasa itu fatamorgana. Apa yang dihore-horekan penakluk akan dihore-horekan juga oleh negeri taklukan. Kira-kira, ini sepadanlah dengan kegembiraan sebagian kaum yang ditaklukkan Belanda karena penakluk menang perang lawan Perancis, di masa silam.

Jika penetrasinya lemah, atau negeri taklukannya kuat, penaklukan itu akan menjadi pelitur saja di atas kayu. Tapi jika penetrasinya kuat, atau negeri taklukannya lemah, maka jalan cerita satu kaum, betapapun berabad-abad tegaknya, tamatlah sudah. Barangkali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s