Bhinneka Tunggal Ika, Semboyan Pencampuran Agama Hindu dan Buddha

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki konteks pencampuran agama, yakni Hindu dan Buddha. Ia muncul di dalam negara Hindu Majapahit, Jawa. Catatan di bawah ini adalah cuplikan dari esai “Harmoni dalam Ajaran Buddha” (Iwan Setiawan) dalam buku Toleransi dan Perkauman – Keberagaman dalam Perspektif Agama-Agama dan Etnis-Etnis (halaman 97, 2014).

Dalam kitab Kakawin Sutasoma, yang juga merupakan karya Mpu Tantular yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, diceritakan tentang kemarahan Kalarudra (tokoh agama Hindu) yang hendak membunuh seorang yang dianggap sebagai titisan Buddha, yang bernama Sutasoma.

Para dewata mencoba meredakan Kalarudra dengan mengingatkan bahwa sebenarnya Buddha dan Shiva tidak bisa dibedakan. Jinatwa (hakikat Buddha) adalah sama dengan ‘Shivatattwa’ (hakikat Shiva). Selanjutnya dianjurkan agar orang merenungkan “Shiva- Buddha-Tattwa, hakikat Shiva-Buddha”.

Dalam Kakawin Sutasoma juga terdapat kalimat ciwa Buddha bhinneka tunggal ika tanhana dharma mandrawa. Penggalan dari kata-kata inilah, ‘Bhinneka Tunggal Ika’, yang kemudian dijadikan semboyan persatuan oleh negara Indonesia.

Adapun konteks utuh dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” adalah sebagai berikut:

“Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa” (‘Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda’).

“Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen” (‘Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?’).

“Mangka ng Jinatwa kalawan Sivatattwa tunggal” (‘Sebab kebenaran Jina/Buddha dan Siwa adalah tunggal’).

“Bhinneka tunggal ika tanhana dharma mangrwa” (‘Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran’).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s