Sang Diktator dan Seputar Konfrontasi dengan Malaysia

Aneh ya, di Hongkong kami bisa masuk, secara resmi, diijinkan di Jakarta. Padahal Hongkong adalah jajahan Inggris 100%, dengan seorang Inggris sebagai gubernur penguasa tertinggi.

Kalau Malaysia ada Di Pertuan Agong-nya, dan orangnya seperti kita, kulitnya sawo matang.

“Ya, tapi itu proyek nekolim, dan Malaysia adalah neo-koloni,” kata PKI.

Baiklah, kalau begitu bukan 100% merdeka, tapi juga 100% jajahan, 25% jajahan? 50% jajahan? Bukan 75% jajahan!

Tetap aneh, di Hongkong, suatu jajahan 100% orang Indonesia diperbolehkan datang. Pemerintah kita mempunyai konsulat, mempunyai Bank Negara, tapi “di jajahan 75%” justru tidak boleh! Apa 75 sudah menjadi lebih banyak dari 100?

***

“Malaysia adalah antek-antek nekolim,” kata PKI dan pemerintah kita turut membebek.

Tapi di Inggris, di London, kita boleh datang. Kita punya kedutaan besar.

Dan ketika Ratu Elizabeth II mendapat anak, kalau tidak salah tahun 1964, ketika politik konfrontasi sedang hebat-hebatnya, Soebandrio mengirim ucapan selamat. Dan ketika Ratu itu berulang tahun, presiden mengirim ucapan selamat pula.

Ini dengan biangnya, tapi dengan anteknya, Malaysia, kita putuskan segala hubungan damai.

Untuk apa sebetulnya!

Karna kami bukan ahli militer, maka kami bertanya pada harian militer, Harian Angkatan Bersenjata.

Editorialnya yang tersebut di atas menjawab:

“Konfrontasi untuk apa kita tidak tahu.”

Kalau begitu, siapa yang tahu?

(Kompasiana, 1981 – Kompasiana adalah nama rubrik di Harian Kompas yang terbit pada 1966-1971 dan ditulis oleh pendirinya, P.K. Ojong. Tulisan di atas ditulis pada 22 Yuli 1966)

Catatan:

Setelah menyerang Sumatera-Sulawesi (1958-1961), Sukarno mencoba menyerang Papua dan Malaysia. Sebelum itu semua, kawasan-kawasan lain di Indonesia sudah diserang, termasuk negara-negara bagian dan negara-negara lama yang berbentuk kerajaan. Tuduhannya sama: antek Barat, boneka Barat, dan sejenisnya.

Cuma satu tuduhan yang tak terlontar: antek Jepang atau duplikasi Nazi Jerman. Mungkin karena itu sudah senyawa pada diri sang diktator.

One thought on “Sang Diktator dan Seputar Konfrontasi dengan Malaysia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s