Tuanku

Oh duli tuanku tujuh ke atas
Langit putih menyambar petir gelegar
Hamba di tujuh ke bawah bak burung di biru sunyi
Limbung lagi tak berarah

Kabar datang puluhan tahun setelah engkau
Bawahmu atasku katupkan mata kepala terpancung
Negeri baru simpan cerita
Dari air mata dan darah yang bertumpah-tumpah

Habis sudah air di kendi suci
Diikat pita tertulis kuno
Diam tafakur laksana budak hina
Separuh kaki ada di dalam

Bertawar seperti laut pada ikan
Bak angin niscaya bergerak
Bawahmu simpan asa timur
Meremas gelas di tangan berdarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s