Yang Idealis Yang Harus Pergi

Mahasiswa tinggi itu bernama Satar. Seorang mahasiswa yang muak dengan atmosfir kampus yang tidak jauh bedanya dengan shoping center. Dosen yang seharusnya mengajar di kelas atau menghabiskan waktu luang dengan berdiskusi, malah berkumpul, berjualan baju dan aneka barang yang lainnya. Sedemikian kontras dengan yang seharusnya. Melihat kejadian itu jiwa muda dan kekritisan Satar memuncak dan langsung berteriak mencaci maki para dosen yang sedang asyik bertransaksi.

Keesokan harinya, Satar dipanggil oleh pihak rektorat. Satar divonis dikeluarkan dari kampus karena dinilai memiliki moral yang rendah. Bagi Satar, ini bukanlah pemecatan yang pertama kali. Sebelumnya dia pernah hampir di-droup out (DO), namun karena diprotes oleh teman-temannya, tuduhan terhadapnya dicabut karena dinilai tidak relevan dengan kejadian yang sebenarnya.

Walaupun ini bukanlah hal yang baru bagi Satar, tapi pemecatan kali ini cukup menyita waktunya. Bayang-bayang kedua orangtuanya selalu menghantui. Perasaan bersalah karena telah mengecewakan harapan dan cita-cita ibunya untuk menjadi seorang sarjana yang sukses selalu muncul dibenaknya.

Berita pemecatan Satar segera menyebar. Teman-teman yang simpatik terhadapnya berkumpul untuk membicarakan perlakuan birokrat yang semena-mena terhadap Satar. Strategi segera disusun. Namun segala usaha teman-temannya mengalami kendala karena Satar menghilang. Satar meninggalkan tempat kos tanpa kabar.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup dari kerabat-kerabat Satar dan orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut, semua elemen mahasiswa melakukan demonstrasi menolak keputusan pemecatan Satar. Demonstrasi itu dilakukan terus menerus, namun pihak rektorat tetap mempertahankan keputusan pemecatan terhadap Satar.

Demonstrasi kemudian dihentikan untuk sementara. Isu yang dibawa tidak lagi isu pemecatan Satar, tapi isu pendidikan yang lebih global dan melibatkan banyak pihak dari elemen kampus. Materi disiapkan secara matang. Makalah dibuat oleh Eva, pacar Satar. Materi makalah adalah ide-ide cerdas Satar yang kemudian dipaparkan oleh Eva.

Kepergian Satar tanpa pamit dan tanpa kabar membuat kerabat dan teman dekatnya cemas dan was-was. Dalam perjalanannya yang berhari-hari, ia habiskan dengan mencari jati diri dan merefleksi kehidupan sebelumnya. Ia banyak berdialog dengan sisi lain dirinya. Ia mencari kehidupan yang sejati dimana ia bisa hidup selama-lamanya. Baginya, kehidupan abadi adalah kematian dimana setelah mati tidak akan ada lagi kehidupan lain.

Novel Sabda Dari Persemayaman rampung dalam tempo dua tahun. Novel ini mencoba hadir di tengah gelapnya dunia pendidikan yang masih dipayungi awan hitam. Penyajian yang ringan dan konflik-konflik yang disuguhkan membuat daya tarik sendiri. Tapi sangat disayangkan karakter- karakter tokoh-tokoh yang ada pada novel ini tidak memiliki pendirian yang kuat. Semuanya diakhiri dengan pasrah dan pesimis.

Mudah-mudahan novel ini bisa menjadi satu titik pencerahan bagi sistem pendidikan bangsa ini. Kita semua berharap pendidikan bangsa
Indonesia nasibnya tidak tragis dan pesimis seperti novel ini.

Tatu Utaminingsih, Pers Mahasiswa Jumpa, EdisiXXVI/Th.VIII/2004

One thought on “Yang Idealis Yang Harus Pergi

  1. novel sabda dari persembayaman .. hmmm salah satu novel serta karya terbaik yang pernah aku baca….
    dari sini aku dapat menangkap ke-idealis-an sosok satar yang terkenal diantara orang-orang terkenal. kagum..!
    hhmm cuma ada sedikit yang aku sayangkan dari cerita satar. kenapa sich jalan pengembaraannya untuk menemukan eksistensi dirinya selalu dihiasi dengan “bunuh diri”. saya pikir pertemuan sosok satar dengan yang maha sempurna terlalu di dramatisir oleh penulis… penemuan eksistensi dan perjumpaan dengan yang sempurna tak harus diwarnai aksi tersebut. akh mungkin ini bukan suatu kritikan tapi lebih kepada kekaguman saya terhadap penulis yang telah memainkan emosional pembaca. sekali lagi Sabda Dari Persemayaman merupakan salah satu karya manuisa yang paling saya kagumi dan merupakan titik terang kehidupanku saat ini. terima kasih kepada kanda iqbal atas pencahayaannya….
    salam kenal.
    minta emailnya donk…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s