Membaca “Sabda Dari Persemayaman”

Dunia mahasiswa adalah dunia dimana idealisme mendapat tempat yang subur dalam kehidupan seseorang, sebuah rentang waktu dimana seseorang yang haus akan ilmu dan kebebasan berpikir memperoleh tempatnya dalam bangku-bangku kuliah dan ruang-ruang unit kegiatan kemahasiswaan.

Dunia mahasiswa ini bisa kita temui dalam novel Sabda Dari Persemayaman, dimana novel ini mengambil setting dunia kampus dengan idealismenya yang diwujudkan dalam pemikiran tokoh- tokohnya yang hendak mendobrak sistem pemdidikan yang berlaku. Ceritanya dimulai dengan tokoh sentral novel ini Satar, yang digambarkan sebagai seorang mahasiswa kutu buku yang berpenampilan gondrong dan berkacamata. Satar adalah seorang pemikir berat yang sedikit memiliki teman di lingkungan kampusnya, temannya hanyalah buku-buku, aktifitasnyapun mudahditebak karena Satar hanya berputar di tiga tempat yaitukampus – toko buku – tempat kostnya.

Dikisahkan Satar baru saja dipecat dari universitasnya karena pada suatu hari ia melihat dosen-dosennya yang sedang ketawa-ketiwi didalam ruang dosen, ketika Satar melihat lebih jelas kedalam ternyata ruangan dosen tesebut bagaikan pasar dimana ada beberapa dosen yang sedang berjualan pakaian. Melihat hal ini Satar merasa kecewa, sebelumnya Satar memang dikecewakan oleh sistem pendidikan/pengajaran di tempat kuliahnya, rupanya apa yang dilihatnya membuat kekecewaannya semakin memuncak dan melahirkan suatu tindakan yang menghebohkan kampusnya saat itu. Satar membacakan sebuah puisi yang menggugat kelakuan dosen-dosen di kampusnya, tindakan inilah yang akhirnya melahirkan keputusan pemecatan Satar dengan alasan tidak bermoral, mengganggu stablilitas kampus dan indisipliner.

Setelah pemecatannya, Satar bergumul dengan dirinya, ia pergi dan melakukan perjalanan yang tidak terarah, Satar menyusuri jalanan dengan berbagai pikiran berkecamuk di benaknya. Di saat pelariannya Satar berfilfasat dengan dirinya, apa yang telah ia baca dan pelajari mengenai pemikiran-pemikiran para filsuf dunia berkelebatan dan berdialog dengan dirinya. Mulai dari Plato, Aristoteles, hingga Foucault, semuanya mengalir dan berkecamuk dalam pikiran Satar.

Sementara Satar melarikan diri, teman-teman Satar dan kekasihnya Eva, kelabakan mencarinya, sementara mencari Satar, mereka mencoba untuk menekan pihak universitas agar mencabut keputusan pemecatan Satar dengan melakukan demonstrasi di kampusnya, akhirnya mereka sadar tujuan mereka berdemo hanya untuk mengembalikan Satar ke kampus terlalu dangkal, dengan dibantu oleh Eva akhirnya tujuan demo mereka diperluas dengan menggugat sistem pendidikan seperti yang Satar pikirkan selama ini. Akhirnya demonstrasi tidak hanya ditujukan ke kampus Satar, tapi ditujukan langsung ke Kementrian Pendidikan dengan menggalang jaringan dengan kampus-kampus lain.

Demonstrasi terus berlangsung namun Satar tetap menghilang dalam pelariannya. Satar tidak tahu bahwa apa yang selama ini dipikirkan dan diperjuangkannya telah diperjuangkan oleh teman- temannya. Satar masih terus tenggelam dalam pikiran-pikirannya hingga akhirnya di sebuah WC umum Satar melakukan suatu lompatan spekulasi yang sangat radikal dan spektakuler luar biasa dari seluruh bentuk gerakan rasionalisasi manusia (hal 235).

Apa dan bagaimana puncak dari pemikiran Satar dalam pelariannya, dan berhasilkah demo yang dilakukan teman-teman Satar untuk merubah sistem pendidikan? Silahkan teman-teman baca sendiri novel ini.

Novel ini bertebaran dengan pemikiran-pemikiran para filsuf yang diwakili oleh dialog Satar dengan dirinya, jika dihitung kira-kira dibutuhkan 60 halaman dari 320 hal untuk menuliskan pemikiran-pemikiran Satar berdasarkan teori-teori para filsuf dunia. Ada berderet nama filsuf dan para pemikir dunia yang dikutip Iqbal (pengarang) dalam novel ini y,I : Paulo fiere, Everet Reimer, Ivan Illich, Plato,Aristoteles, Plotinos, Plotinos,Descrates, Isaac Newton, Francis Bacon, Voltaire, Michel Faucault, Berttand Russell, Crane Brinton, Zeno, Fukuyama, Marx, Hegel, Anaxagoras, David Hume, Alvin Toffler, August Comte, John Naisbitt, Taclott Parson, Emille Durkheim, C. John Sommerville, Thales, Anaxinemes, Heraklitos, Xenophanes, Empedokles, Leukipos, Demokriots, Albert Einstein, Protagoras, Gorgias.

Kalau dihitung ada 36 nama dan pemikiran filsfuf dan ilmuwan yang dukutip oleh iqbal di novel ini!

Buat pembaca yang awam dengan filsafat mungkin agak sulit dalam mencerna pemikiran-pemikiran Satar di novel ini kesemua pemikiran Satar disajikan oleh pengarang dalam bentuk monolog , mungkin jika pemikiran2 filsuf disajikan dalam bentuk dialog dengan orang lain pembaca akan lebih mudah mencernanya.

Dalam novel ini juga disajikan dinamika mahasiswa dengan demo-demonya dan situasi di lapangan pada saat demo berlangsung yang mungkin mendekati kenyataan sebenarnya di lapangan (saya tidak tahu..belum pernah ikut demo sih.)

Demikian sedikit review saya setelah membaca novel ini. Buat teman2 yang sudah membacanya silahkan menanggapi atau menanggapinya. Moga manfaat.

H. Tanzil
(Milis Pasarbuku)

7 thoughts on “Membaca “Sabda Dari Persemayaman”

  1. buku ini bagus dibaca oleh mahasiswa2 yang masih memperjuangkan idealisme….
    tak hanya itu, pergulatan Satar sebagai tokoh sentral baik dalam kampus, lingkungan, maupun percintaannya penuh pelajaran hidup yang bisa diambil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s