Dominasi Perspektif

Featured

“Tiga imam, Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, dan Daud Beureuh adalah pejuang, mereka juga ulama. Bagi republik, mereka pahlawan sekaligus lawan. Berjasa luar biasa, namun berada di persimpangan zaman yang beranjak senjakala. Tak cuma DI-TII, Indonesia harus menghadapi Permesta, PRRI, RMS, dan pemberontak lain yang masih saudara… Di masa lalu, pemerintah juga lalai. Demi kepentingan politik, sengaja memelihara anak singa, tanpa sadar singa tetaplah seekor singa.” Continue reading »

Puisi Melayu di tahun 1695

Featured

Carmen Malaicum
oleh Thomas Hyde, 1695

Rajah di negeri Ingeriz perempuannya
Bermati dan Rajah bergheraq hatinya
Telah men-dengar itu dan segalah
Ra’ayatnya denghan dia jughah tatkalah
Di dalam landarah amat cintah bernangis
Rajah akan perempuannya men-nangis
Mariam bintang ke dalam su’rgah cayah
Ampir malaikat bermumin bercayah

Continue reading »

Kolonialisme Dalam Sepotong Sabun

Featured

Malaysia pernah melarang produk iklannya menggunakan orang asing sebagai model. Tindakan ini belakangan diikuti Indonesia dengan alasan melindungan industri periklanan dalam negeri. Namun dalam perkembangannya, dari segi isi, kehormatan sebagai orang Indonesia justru kebobolan. Continue reading »

Tak Ada Sales, Jurnalis Pun Jadi

Featured

Kondisi tubuh yang kepayahan tak begitu saya hiraukan hari itu. Demam, flu, dan tulang yang berderik saya bawa serta memenuhi sebuah panggilan. Dalam satu percakapan telefon, saya diminta bergabung dengan sebuah koran mingguan baru skala nasional yang segera diterbitkan. Continue reading »

Mudik adalah Fenomena Gagalnya Desentralisasi

Featured

Setiap kali lebaran menjelang, drama sosial mudik selalu terjadi. Dari satu titik, jutaan orang bergerak menyebar ke berbagai titik. Banyak orang menganalogikan mudik sebagai kembai ke asal, kembali ke fitrah, dan semacamnya yang seolah terkait spiritualisme. Tapi sesungguhnya itu bohong belaka. Mudik adalah fenomena gagalnya negara mewujudkan desentralisasi. Continue reading »

Indonesia-Malaysia, Hubungan Pelik Pascakolonial

Featured

 

Bintan.

Bayangkan jika peta Indonesia tidak seperti sekarang. Bayangkan jika Pulau Jawa terbelah menjadi dua negara, satu Indonesia, satu, sebutlah, Javanesia. Sebutlah Yogyakarta menjadi bagian dari Indonesia dan Jawa Tengah menjadi bagian negara lain itu. Akankah ada polemik soal siapa pemilik blangkon? Akankah pelaut tradisional di nonperairan masing-masing disebut pencuri? Continue reading »

Membubarkan DPR

Featured

Kasus skandal Bank Century sebetulnya mengingatkan kita bahwa lembaga Dewan Perwakilan Rakyat sesungguhnya entitas yang aneh. Berhari-hari menghabiskan waktu dan uang, namun di ujung tak bisa berbuat lebih. Dan kini mereka hendak melakukan hal yang sama untuk kasus mafia pajak. Dalam semangat reformasi, lembaga tersebut memang perlu dipikirkan untuk dihilangkan. Bukan karena ia warisan Belanda, tetapi juga ia menjadi sesuatu yang tidak diperlukan dan tidak efisien dalam semangat desentralisme. Bahkan, dalam banyak contoh kasus, ia merugikan. Continue reading »

Maluku Utara Yang Terbelah

Subuh di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Sepinya bandara membuatku sempat untuk melamun, membayangkan Pulau Ternate yang kecil, juga pulau Tidore dan Maitara sebagaimana terlihat di lembaran uang seribu. Dan ke sanalah aku akan berangkat. Aku akan menjadi kaca pembesar untuk melihat apa yang terjadi di sana. Sebab siang tadi, Menteri Dalam Negeri baru menetapkan Thaib Armayn dan Gani Kasuba sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Continue reading »

Ayong dan Serpihan Gergaji

Dua buah rel kereta api membelah wilayah Pademangan Timur dan Pademangan Barat, Jakarta Barat. Seorang lelaki botak bertubuh tegap sedang membungkuk-bungkuk tepat di atas rel itu. Di pukul dua belas siang, kepalanya bersinar ditimpa matahari. Di sekililingnya serpihan kayu berserakan. Berselang seling dengan sampah yang menyerak. Satu dua kambing hilir mudik di sekitarnya. Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.