Yamin Mada = Gajah Yamin
Featured
Posted in Sosiopolitik
Posted in Sosiopolitik
Posted in Sosiopolitik
Aneh ya, di Hongkong kami bisa masuk, secara resmi, diijinkan di Jakarta. Padahal Hongkong adalah jajahan Inggris 100%, dengan seorang Inggris sebagai gubernur penguasa tertinggi. Continue reading »
Posted in Seputar Keyakinan
Saya bermimpi, Sultan Negara Ngajogjakarto Hadiningrat menolak keistimewaan yang ada pada kawasannya jika negara lain tak juga diberi keistimewaan. Continue reading »
Posted in Sosiopolitik
“Kau dan aku berbeda. Tapi apakah kau dan aku memiliki peluang tumbuh yang sama?” Continue reading »
Posted in Syair
Dia yang berpikir jarang
Tiba-tiba datang
Dengan kesimpulan selidi terbilang
Lalu ucap meluruskan dari yang sebatang
Posted in Sosiopolitik
“Tiga imam, Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, dan Daud Beureuh adalah pejuang, mereka juga ulama. Bagi republik, mereka pahlawan sekaligus lawan. Berjasa luar biasa, namun berada di persimpangan zaman yang beranjak senjakala. Tak cuma DI-TII, Indonesia harus menghadapi Permesta, PRRI, RMS, dan pemberontak lain yang masih saudara… Di masa lalu, pemerintah juga lalai. Demi kepentingan politik, sengaja memelihara anak singa, tanpa sadar singa tetaplah seekor singa.” Continue reading »
Posted in Syair
Carmen Malaicum
oleh Thomas Hyde, 1695
Rajah di negeri Ingeriz perempuannya
Bermati dan Rajah bergheraq hatinya
Telah men-dengar itu dan segalah
Ra’ayatnya denghan dia jughah tatkalah
Di dalam landarah amat cintah bernangis
Rajah akan perempuannya men-nangis
Mariam bintang ke dalam su’rgah cayah
Ampir malaikat bermumin bercayah
Posted in Sosiopolitik
Malaysia pernah melarang produk iklannya menggunakan orang asing sebagai model. Tindakan ini belakangan diikuti Indonesia dengan alasan melindungan industri periklanan dalam negeri. Namun dalam perkembangannya, dari segi isi, kehormatan sebagai orang Indonesia justru kebobolan. Continue reading »
Posted in Sosiopolitik
Kenapa Ikrar Nusa Bhakti tidak memberikan judul lengkap pada tulisannya yang berjudul Kesengsem kepada Sultan (Kompas, 1/11)? Mengingat banyaknya sultan di negeri ini, bukankah seharusnya Ikrar memberikan judul Kesengsem kepada Sultan Jawa? Continue reading »
Posted in Seputar Media Massa
Kondisi tubuh yang kepayahan tak begitu saya hiraukan hari itu. Demam, flu, dan tulang yang berderik saya bawa serta memenuhi sebuah panggilan. Dalam satu percakapan telefon, saya diminta bergabung dengan sebuah koran mingguan baru skala nasional yang segera diterbitkan. Continue reading »
Posted in Sosiopolitik
Setiap kali lebaran menjelang, drama sosial mudik selalu terjadi. Dari satu titik, jutaan orang bergerak menyebar ke berbagai titik. Banyak orang menganalogikan mudik sebagai kembai ke asal, kembali ke fitrah, dan semacamnya yang seolah terkait spiritualisme. Tapi sesungguhnya itu bohong belaka. Mudik adalah fenomena gagalnya negara mewujudkan desentralisasi. Continue reading »
Posted in Sosiopolitik
Berkali-kali materi kebudayaan Indonesia dipergunakan oleh Malaysia untuk kepentingan pencitraan. Pertanyaan utama semestinya bukanlah ada apa dengan dengan Malaysia kini, tetapi sedang mimpi apa Indonesia selama ini? Continue reading »
Posted in Syair
Aku merindu pada ia
Yang diam tafakur
Dengan teh dan buku di tangan
Pada mendung November
Posted in Sosiopolitik
Bayangkan jika peta Indonesia tidak seperti sekarang. Bayangkan jika Pulau Jawa terbelah menjadi dua negara, satu Indonesia, satu, sebutlah, Javanesia. Sebutlah Yogyakarta menjadi bagian dari Indonesia dan Jawa Tengah menjadi bagian negara lain itu. Akankah ada polemik soal siapa pemilik blangkon? Akankah pelaut tradisional di nonperairan masing-masing disebut pencuri? Continue reading »
Posted in Seputar Media Massa
28 Januari 2011, Artalyta Suryani alias Ayin akhirnya bebas. Ia bisa menghirup udara segar. Tapi bagi saya, ia tak sekedar berita. Ia menjadi salah satu pengalaman berharga saya sebagai seorang kacung kampret. Continue reading »
Posted in Sosiopolitik
Kasus skandal Bank Century sebetulnya mengingatkan kita bahwa lembaga Dewan Perwakilan Rakyat sesungguhnya entitas yang aneh. Berhari-hari menghabiskan waktu dan uang, namun di ujung tak bisa berbuat lebih. Dan kini mereka hendak melakukan hal yang sama untuk kasus mafia pajak. Dalam semangat reformasi, lembaga tersebut memang perlu dipikirkan untuk dihilangkan. Bukan karena ia warisan Belanda, tetapi juga ia menjadi sesuatu yang tidak diperlukan dan tidak efisien dalam semangat desentralisme. Bahkan, dalam banyak contoh kasus, ia merugikan. Continue reading »
Posted in Syair
Oh duli tuanku tujuh ke atas
Langit putih menyambar petir gelegar
Hamba di tujuh ke bawah bak burung di biru sunyi
Limbung lagi tak berarah Continue reading »
11 Monday Aug 2008
Posted in Syair
Oh batu karang
Hanya usia yang dapat melumpuhkanmu
Bukan air yang deras
16 Monday Jun 2008
Posted in Sosiopolitik
Subuh di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Sepinya bandara membuatku sempat untuk melamun, membayangkan Pulau Ternate yang kecil, juga pulau Tidore dan Maitara sebagaimana terlihat di lembaran uang seribu. Dan ke sanalah aku akan berangkat. Aku akan menjadi kaca pembesar untuk melihat apa yang terjadi di sana. Sebab siang tadi, Menteri Dalam Negeri baru menetapkan Thaib Armayn dan Gani Kasuba sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Continue reading »
27 Tuesday May 2008
Posted in Sosiopolitik
Konflik politik Maluku Utara akibat pemilihan gubenur (pilgub) memang sudah menjadi bola panas yang liar menggelinding kemana-mana. Dan ini adalah konflik pilgub terlama di Indonesia. Sudah sejak bulan November 2007 sengketa ini tidak juga mengarah pada solusi positif. Continue reading »
14 Tuesday Aug 2007
Posted in Sosiopolitik
Dua buah rel kereta api membelah wilayah Pademangan Timur dan Pademangan Barat, Jakarta Barat. Seorang lelaki botak bertubuh tegap sedang membungkuk-bungkuk tepat di atas rel itu. Di pukul dua belas siang, kepalanya bersinar ditimpa matahari. Di sekililingnya serpihan kayu berserakan. Berselang seling dengan sampah yang menyerak. Satu dua kambing hilir mudik di sekitarnya. Continue reading »
17 Saturday Mar 2007
Posted in Seputar Media Massa
Kasus tewasnya beberapa wartawan di kapal Lavina 1 semestinya tidak hanya dibaca sebagai tragedi-dramatik yang herois dari profesi jurnalis. Ia sebetulnya lebih memberi pesan bahwa negeri ini bukanlah negeri hukum. Continue reading »
15 Wednesday Nov 2006
Posted in Sosiopolitik
“Tak ada kawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi”. Ini adalah pameo politik yang sudah sangat terkenal. Ia menjadi pembenaran kala sebuah persekutuan pecah. Dari dulu sampai sekarang, dipusaran kepentingan abadi inilah para aktivis bertarung. Continue reading »