Image by FlamingText.com

Yahoo Messenger

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masehi

May 2013
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kemiskinan Sebagai Keniscayaan?

Sampul buku "Surat Menyurat Hatta dan Anak Agung".

Sampul buku “Surat Menyurat Hatta dan Anak Agung”.

Seorang kawan, Farhan Ali Afsar dari Mandar, Sulawesi Barat, mengirimkan saya sebuah berita: seorang anak mati bunuh diri dengan minum racun serangga karena malu tak bisa bersekolah. Peristiwa yang terjadi di negeri Farhan itu kemudian dimuat di halaman satu koran lokal Jakarta, Media Indonesia, Jumat (12/4).

Saya tak ikut dalam hiruk pikuk kawan-kawan lain yang juga dikirimkan Farhan atas berita tersebut. Percakapan yang terjadi memang bukan soal apakah bunuh diri tersebut masalah psikologi atau sosiologi, tetapi lebih mengarah pada kemiskinan dan peran kepala daerah, dengan nada miris, prihatin, kutuk mengutuk, dan seterusnya.

Catatan sekadarnya ini tak hendak menyasar pada hal ihwal otonomi daerah. Siapapun tahu perihal otonomi di Indonesia adalah tak jelas. Kata orang, ia macam kepala dilepas buntut dipegang.

Saat Farhan ment-tag-kan saya kejadian bunuh diri tersebut, kebetulan saya baru membaca sebuah buku. Judulnya Surat Menyurat Hatta dan Anak Agung –Menjunjung Tinggi Keagungan Demokrasi dan Mengutuk Kelaliman Diktatur (1987). Ini adalah percakapan dua petinggi Indonesia melalui surat. Yang pertama adalah mantan Perdana Menteri Negara Republik Indonesia (NRI), mantan Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat), dan mantan Perdana Menteri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang kedua adalah mantan Perdana Menteri Negara Indonesia Timur (NIT) dari Bali. (more…)

Yamin Mada = Gajah Yamin

Yamin Mada

Yamin Mada atau Gajah Yamin?

Sang Diktator dan Seputar Konfrontasi dengan Malaysia

Aneh ya, di Hongkong kami bisa masuk, secara resmi, diijinkan di Jakarta. Padahal Hongkong adalah jajahan Inggris 100%, dengan seorang Inggris sebagai gubernur penguasa tertinggi. (more…)

Mimpi

Saya bermimpi, Sultan Negara Ngajogjakarto Hadiningrat menolak keistimewaan yang ada pada kawasannya jika negara lain tak juga diberi keistimewaan. (more…)

Batik, Simbol Diskriminasi

“Kau dan aku berbeda. Tapi apakah kau dan aku memiliki peluang tumbuh yang sama?” (more…)

Selidi

Dia yang berpikir jarang
Tiba-tiba datang
Dengan kesimpulan selidi terbilang
Lalu ucap meluruskan dari yang sebatang

Dominasi Perspektif

“Tiga imam, Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, dan Daud Beureuh adalah pejuang, mereka juga ulama. Bagi republik, mereka pahlawan sekaligus lawan. Berjasa luar biasa, namun berada di persimpangan zaman yang beranjak senjakala. Tak cuma DI-TII, Indonesia harus menghadapi Permesta, PRRI, RMS, dan pemberontak lain yang masih saudara… Di masa lalu, pemerintah juga lalai. Demi kepentingan politik, sengaja memelihara anak singa, tanpa sadar singa tetaplah seekor singa.” (more…)

Tuanku

Oh duli tuanku tujuh ke atas
Langit putih menyambar petir gelegar
Hamba di tujuh ke bawah bak burung di biru sunyi
Limbung lagi tak berarah (more…)

Membubarkan DPR

Kasus skandal Bank Century sebetulnya mengingatkan kita bahwa lembaga Dewan Perwakilan Rakyat sesungguhnya entitas yang aneh. Berhari-hari menghabiskan waktu dan uang, namun di ujung tak bisa berbuat lebih. Dan kini mereka hendak melakukan hal yang sama untuk kasus mafia pajak. Dalam semangat reformasi, lembaga tersebut memang perlu dipikirkan untuk dihilangkan. Bukan karena ia warisan Belanda, tetapi juga ia menjadi sesuatu yang tidak diperlukan dan tidak efisien dalam semangat desentralisme. Bahkan, dalam banyak contoh kasus, ia merugikan. (more…)

Ayin Oh Ayin

28 Januari 2011, Artalyta Suryani alias Ayin akhirnya bebas. Ia bisa menghirup udara segar. Tapi bagi saya, ia tak sekedar berita. Ia menjadi salah satu pengalaman berharga saya sebagai seorang kacung kampret. (more…)

Indonesia-Malaysia, Hubungan Pelik Pascakolonial

 

Bintan.

Bayangkan jika peta Indonesia tidak seperti sekarang. Bayangkan jika Pulau Jawa terbelah menjadi dua negara, satu Indonesia, satu, sebutlah, Javanesia. Sebutlah Yogyakarta menjadi bagian dari Indonesia dan Jawa Tengah menjadi bagian negara lain itu. Akankah ada polemik soal siapa pemilik blangkon? Akankah pelaut tradisional di nonperairan masing-masing disebut pencuri? (more…)

Mendung November

Aku merindu pada ia
Yang diam tafakur
Dengan teh dan buku di tangan
Pada mendung November

Mimpi Besar Asia Tidak di Indonesia

Berkali-kali materi kebudayaan Indonesia dipergunakan oleh Malaysia untuk kepentingan pencitraan. Pertanyaan utama semestinya bukanlah ada apa dengan dengan Malaysia kini, tetapi sedang mimpi apa Indonesia selama ini? (more…)

Mudik adalah Fenomena Gagalnya Desentralisasi

Setiap kali lebaran menjelang, drama sosial mudik selalu terjadi. Dari satu titik, jutaan orang bergerak menyebar ke berbagai titik. Banyak orang menganalogikan mudik sebagai kembai ke asal, kembali ke fitrah, dan semacamnya yang seolah terkait spiritualisme. Tapi sesungguhnya itu bohong belaka. Mudik adalah fenomena gagalnya negara mewujudkan desentralisasi. (more…)

Tak Ada Sales, Jurnalis Pun Jadi

Kondisi tubuh yang kepayahan tak begitu saya hiraukan hari itu. Demam, flu, dan tulang yang berderik saya bawa serta memenuhi sebuah panggilan. Dalam satu percakapan telefon, saya diminta bergabung dengan sebuah koran mingguan baru skala nasional yang segera diterbitkan. (more…)

Sebut Dia Herdjuno Darpito!

Kenapa Ikrar Nusa Bhakti tidak memberikan judul lengkap pada tulisannya yang berjudul Kesengsem kepada Sultan (Kompas, 1/11)? Mengingat banyaknya sultan di negeri ini, bukankah seharusnya Ikrar memberikan judul Kesengsem kepada Sultan Jawa? (more…)

Kolonialisme Dalam Sepotong Sabun

Malaysia pernah melarang produk iklannya menggunakan orang asing sebagai model. Tindakan ini belakangan diikuti Indonesia dengan alasan melindungan industri periklanan dalam negeri. Namun dalam perkembangannya, dari segi isi, kehormatan sebagai orang Indonesia justru kebobolan. (more…)

Puisi Melayu di tahun 1695

Carmen Malaicum
oleh Thomas Hyde, 1695

Rajah di negeri Ingeriz perempuannya
Bermati dan Rajah bergheraq hatinya
Telah men-dengar itu dan segalah
Ra’ayatnya denghan dia jughah tatkalah
Di dalam landarah amat cintah bernangis
Rajah akan perempuannya men-nangis
Mariam bintang ke dalam su’rgah cayah
Ampir malaikat bermumin bercayah

(more…)

Kutipan

"Pluralisme dan kebhinnekaan sudah kita pahami bersama, bahwa engkau dan aku berbeda, dia dan saya tidak sama, mereka dan kita tidak serupa. Itu sudah selesai. Semua orang sudah tahu. Yang belum selesai itu adalah, bagaimana engkau dan aku yang tidak sama itu, dia dan kita yang tidak serupa itu, kamu dan kami yang tidak sebangun itu, mempunyai hak yang sama, peluang yang sama, kedudukan yang sama, harkat yang sama, marwah yang sama, dalam kehidupan bernegara” - Mukhlis PaEni

Categories

Penengok

  • 70,661 penengok

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: